Kondisi Madinah Perang Badar Hingga Perang Ahzab
Kondisi Madinah
Perang Badar Hingga Perang Ahzab
Ditulis Oleh : Ratna Sari Dewi
PERIODE PERTAMA KONDISI AKTUAL DI MADINAH
*Kaum yang dihadapi Rasulullah SAW terbagi 3 golongan :
Para sahabat :
* Kaum Anshar : Mereka yang berada di tanah air, rumah dan harta mereka sendiri.
* Kaum Muhajirin : Mereka tidak memiliki apa yang dimiliki kaum Anshar, mereka tidak punya tempat berlindung.
Kaum musyrikin : Merupakan jantung kabilah – kabilah Madinah namun mereka tidak dapat berkuasa atas kaum.
Orang – orang Yahudi : Kaum pendatang yang berasal dari kaum Ibrani yang melebur dalam kultur Arab baik nama kabilah maupun pakaian merek.
Ada tiga kabilah yahudi :
Bani Qainuqa : Mereka sekutu suku khajraj, berada di kota Madinah.
Bani An-Nadhir
Bani Quraizhah : Mereka sekutu suku Aus, mereka berada di pinggiran kota Madinah.
Kabilah inilah yang selalu menyulut api peperangan antara suku Aus dan Khazraj.
Rasulullah mengalami masalah internal saat beliau baru memasuki Madinah, selain itu beliau juga mengalami masalah eksternal yang datang dari kafir quraisy.
MEMBANGUN MASYARAKAT BARU
*Membangun Masjid Nabawi dan awal disyariatkan adzan (suara lantunan keras yang menggema di angkasa. Setiap hari 5 kali sehari.
*Mempersaudarakan Kaum Muslimin
Maknanya leburnya fanatisme jahiliyah dan gugurnya perbedaan – perbedaan nasab, warna kulit dan tanah air sehingga dasar wala’ dan bara’nya hanyalah islam.
*Piagam Persekutuan Islam*
“Ini adalah perjanjian yang dibuat oleh Nabi Muhammad SAW diantara sesama kaum Mukminin dan Muslimin dari suku Quraisy dengan penduduk Yatsrib danb orang yang mengikuti mereka, berafiliasi dengan nmereka serta berjuang bersama mereka.
*Implikasi Nilai – Nilai Moral Terhadap Masyarakat*
Rasulullah SAW berhasil menancapkan pilar – pilar masyarakat baru, fenomena ini tidak lain berkat persahabatannya dengan Nabi SAW. Selalu komit terhadap mereka melalui pengajaran,pendidikan, penyucian diri dan ajakan kepada perilaku yang mulia.
PERJANJIAN DENGAN KAUM YAHUDI
Didalam perjanjian ini, beliau memberikan mereka keleluasaan untuk menyumbangkan nasihat atau berbuat kebaikan, membiarkan mereka meraih kemerdekaan penuh d dalam menjalankan urusan agama dan harta. Madinah dan kawasan pinggirannya telah menjadi negara persepakatan.Madinah telah menjadi ibu kota yang sebenarnya bagi islam.
PERLAWANAN BERDARAH
*Provokasi Kaum Quraisy Terhadap Kaum Muslimin Setelah hijrah dan Kontak Mereka dengan Abdullah bin Ubay*
Kedengkian Kafir Quraisy terhadap Kaum Muslimin kian menjadi, mereka mengirim surat kepada Abdullah bin Ubay untuk bersekongkol memerangi Nabi SAW namun, Abdullah bin Ubay mengurungkan niatnya karena semangat yang patah dari para pendukungnya.
*Mengumumkan Tekad Menghalang – Halangi Manusia dari Masjidil Haram*
Suatu ketika Sa’ad bin Muadz bertolak menuju ke Makkah untuk melaksanakan umrah dan mampir ke kediaman Abu Shafwan lalu bertemu dengan Abu Jahal. Lalu Abu Jahal bertanya kepada Abu Shafwan siapa yang disampingnya itu, lalu Abu Shafwan menjawab “Ini Sa’ad”, lalu dia berkata kepada Sa’ad, “Apakah aku akan berdiam diri melihatmu menjalankan Thawaf dengan aman di Makkah padahal kalian telah melindungi para penganut agama baru (kaum muslimin), Sa’ad pun membalas, “Demi Allah, jika engkau berani melarangku melakukan hal ini, niscaya aku akan melarangmu dengan hal yang lebih keras lagi, yaitu mencegahmumelintasi jalur penduduk Madinah.
*Quraisy Mengultimatum Kaum Muhajirin*
Sahabat melakukan penjagaan terhadap Rasulullah SAW.
*Izin Untuk Berperang*
2 jalur kekuasaan Kaum Muslimin dalam bidang perdagangan:
1. Mengadakan perjanjian – perjanjian
2. Mengirim delegasi – delegasi
*Beberapa Batalion Militer Yang Dipimpin dan Dikirim Rasulullah SAW*
1. Batalyon Saiful Bahr, tHamzah bin Abdul Muththalib ada 30 orang muhajirin untuk mencegah kafilah Quraisy yang datang dari syam.
2. Batalyon Rabigh, Ubaidah bin Al Harits ada 6o orang berkuda bertemu Abu sufyan dengan 200 pasukan di pedalaman Rabigh, namun hanya melesatkan anak panah
3. Batalyon Kharrar, Sa’ad bin Abi waqqash ada 20 pasukan, untuk mencegat kafilah Quraish untuk tidak ke kawasan Kharrar.
4. Peretempuran Abwa’ (Waddan), Nabi SAW bersama 70 pasukan untuk mencegat kafilah Quraisy hingga sampai di Waddan
5. Pertempuran Buwath, Nabi SAW bersama 200 sahabat untuk mencegat kafilah Quraisy
6. Ghazwah Safawan, Nabi SAW bersama 70 sahabat melakukan pengejaran hingga ke lembah Safan.
7. Pertempuran Dzul Usyairah, Nabi SAW bersama 150 orang unuk mencegat kafilah dagang quraisy ke Syam.
8. Batalyon Nakhlah, Abdullah bin Jahsy bersama 12 orang menuju lembah Nakhlah, yang membuatnya mengingkari perintah Rasulullah agar tidak berperang di bulan Haram (bulan diharamkannya berperang) namun dalam perkara ini turunlah ayat Surah Al Baqoroh :217 sehingga merekapun melepaskan tawanan mereka dan memberikan denda. Dari kejadian ini Kafir Quraisy khawatir dan mereka mengetahui bahwa Madinah dengan kondisi bersiaga mengintai gerak geriknya. Allah turunkanayat mengenai kewjiban berperang dalam Surah Al Baqoroh :190-1893 lalu turun Surah tentang cara berperang Surah Muhammad :4-7
Pada bulan Sya’ban Allah perintahkan agar kiblat dialihkan dari Baitul Maqdis ke Masjidil Haram sekaligus membersihkan penyusup dari kalangan musyrikin dari barisan muslimin. Ini merupakan isyarat halus akan permulaan fase baru yang tidak akan berakhir kecuali kaum muslimin.
PERANG BADAR KUBRA : PERTEMPURAN ISLAM PERTAMA YANG MENENTUKAN
*Sebab Terjadinya Peperangan
Rasulullah SAW menyampaikan pengumuman kepada kaum muslimin. Beliau berkata, “Ini adalah kafilah Quraisy yang membawa harta benda mereka, maka keluarlah menyongsongnya, semoga sja Allah menjadikannya harta rampasan bagi kalian”.
*Besar Kekuatan Pasukan Islam dan Distribusi Komando*
Rasusullah SAW bersama 313 diantaranya dari kalangan Muhajirin, 61 orang dari suku Aus, 170 orang dari suku Khazraj.
Dibagi menjadi 2 batalyon :
1. Batalyon Al Muhajirin
2. Batalyon Anshar
Pada saat genderang perang bergema di seanteero Makkah karena profokasi dari Abu Sufyan bahwa pasukan Nabi SAW akan menyerbu Makkah, maka penduduk Makkahpun bersiap siap dan menghimpun kekuatan. Ada 1300 tentara pada permulaan perjalannya. Dengan jumlah yang jauh lebih besar dari pasukan Muslimin, maka pasukan islam berada dalam posisi kritis sehingga diadakanlah rapat majelis untuk menentukan sikap, bahwa perjuangan harus diteruskan.
Pasukan islam meneruskan perjalanan, pada saat di perjalanan, beliau mengutus intelegen untuk mendapatkan berita tentang musuh dengan ditangkapnya 2 pasukan Makkah. Dalam situasi itu hujan turun, dan pasukan islam merebut posisi strategis militer, dengan mendahui kaum Musyrikin untuk menguassai mata air Badar. Disanalah mereka mendirikan posko untuk antisipasi terburuk demi mengamankan Nabi SAW.
Tatkala pagi menjelang, mereka menuruni bukit pasir menuju lembah Badar.Sekelompok dari mereka terbunuh dan menyisakan satu orang Hakim bin Hizam dan dia masuk islam saat itu juga. Pihak lawan mengetahui kekuatan pasukan Muslimin yang jauh lebih sedikit. Perpecahan di kalangan pasukan Quraisy pun terjadi manakala Hakin bin Hizam menjumpai, Abu Jahal atas saran dari Utbah dan menentang peperangan yang diawali dari Abu Jahal sebagai otak yang menghendaki peperangan itu. Namun kelicikan Abu Jahal membuat pasukan yang bersekutu dengannya mengikuti seruannya untuk meneruskan peperangan.
Kedua belah pihak saling berhadapan dan keadaanpun menjadi menegangkan manakala Al Aswad terbunuh di telaga sesuai dengan sumpahnya kala itu dan menjadi korban pertama yang mengobarkan api peperangan. Kemarahan kaumQuraisy bertambah manakala 3 orang pemimpin terbaik mereka tewas, Utbah, Syaibah dan al Walid.
Rasulullah bermunajat, “Ya Allah, penuhilah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku”. Beliau berdoa bersungguh – sungguh. Allah menurunkan pertolongan Nya dengan menurunkan 1000 Malaikat berdasarkan Surah Al Anfal :9.
“Sesungguhnya aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu Malaikat yang datang berturut – turut.”Kaum Muslimin berperang mati – matian sementara para Malaikat menolong mereka. Sementara iblis yang menyamar dalam wujud Suraqah bin Malik lari dari medan perang. Dari awal iblis sudah menyertai mereka, namun iblis melihat para Malaikat kiriman Allah sehingga iblispun ketakutan.
Kaum Muslimin mendapatkan kemenangan telak, sebagian dari mereka menarik mundur dan ditawan, namun Abu Jahal tetap bertahan dengan kesombongannya sehingga Abu Jahal pun tewas di tangan 2 anak muda dari kalangan Anshar.
*Dari peperangan ini terdapat kisah – kisah menakjubkan, diantaranya :
*Kematian Umair bin al Humam dan Aus bin al Harits, kekokohan akidah dan prinsip.
*Kaum Quraisy yang dipaksa ikut tidak diperkennkan untuk dibunuh.
*Abdurrahman bin Auf dan Umayah bn Khalaf adalah teman akrab yang akhirnya saling berperang
*Umar bin Khatab membunuh pamannya.
*Pedang milik Ukasyah yang patah digantikan akar kayu oleh Rasulullah SAW dan berubah menjadi pedang putih mengkilap.
Abu Thalhah meriwayatkan bahwasanya Nabi SAW memerintahkan pada hari perang Badar untuk mengurusio 24 mayat orang dari para tokoh Quraisy dan membuangnya di sumur batu di Badar dan beliau mempunyai kebiasaan berdiam diri di medan perang selama 3 hari.
Kota Makkah menerima berita kekalahannya dan mereka mengabarkan siapa saja para pemuka yang tewas. Abu Lahab tidak ikut dalam peperangan itu, namun mendengar kabar kekalahan itu dari al Haisuman bin Abdullah dan menceritakan apa yang terjadi saat berperang. Ceritanya mengenai orang – orang putih yang berkuda bercak dan ada Abu Rafi’yang mengatakan bahwa itu adalah Malaikat tetapi Abu Lahab tidak menyukai perkataannya lalu memukulnya. Berjarak 7 hari setelah itu Abu Lahab didera penyakit Adasah yaitu bisul yang tumbuh di sekujut tubuh. Anak anaknya membiarkannya selama3 hari karena bau busuknya, maka di saat kematiannya mereka menggalil lubang lalu mendorong jasadnya dengan ranting kayu hingga terjatuh dan dilempari batu sampai terkubur.
Kota Madinah menerima berita kemenangannya dan Rasulullah SAW mengutus 2 orang utusan, Abdullah bin Rawahah untuk penduduk dataran tinggi dan Zaid bin Hritsah untuk penduduk dataran rendah. Pasukan Nabi SAW bergerak menuju Madinah dan tawanan perang yang menyakiti Nabi SAW saat di Makkah beliau perintahkan untuk dibunuh. Namun untuk tawanan yang lain diambil tebusan karena mereka sebagian kerabatnya. Namun ada beberapa tawanan dilepaskan oleh Rasulullah tanpa tebusan apapun. Sementara rampasan perang dibagikan secara merata 1/5 bagian.
Beliau juga membebaskan Abu al Ash dengan syarat membiarkan Zainab putrinya untuk menentukan jalan hidupnya.
AKTIVITAS MILITER MENJELANG PERANG UHUD
*Perang Bani Sulaim di al Kudr
*Persekongkolan Membunuh Nabi SAW
*Perang Bani Qainuqa dan mereka melanggar janji
*Pengepungan, Penyerahan diri dan Pengusiran
*Perang as Sawiq
*Perang Dzi Amr
*Tewasnya Ka’ab bin al Asyraf
*Perang Bahran
PERANG UHUD
*Persiapan Musyrikin Quraisy untuk Perang Balas Dendam
Abu Sufyan orang yang paling bersemangat dalam menghasut dan memerangi umat islam maka dari itu kaum Quraisy membuka pendaftaran untuk menjadi sukrelawan perang. Dalam satu tahun mereka telah menghimpun 3000 prajurit musyrik. Para wanita berjumlah 15 orang. Pergerakan Kafir Quraisy diketahui oleh al Abbas dan segera dilaporkan kepada Nabi SAW yang ketika itu sedang berada di Quba.
Majelis permusyawaratan pun diadakan untuk menyusun Strategi Pertahanan. Keputusan akhirnya adalah keluar dari Madinah dan berperang di medan terbuka. Rasulullah membagi pasukannya menjadi 3 batalyon : *Batalyon Muhajirin
*Batalyon Suku Aus
*Batalyon Khazraj
Merekapun bermalam di tempat antara Uhud dan Madinah. Pada saat melanjutkan perjalanan, beliau melihat sang munafik Abdullah bin Ubay membelot. Dia pulang bersama 300 pasukan.Pada dasarnya, dia memprotes atas keputusan Rasulullah SAW yang menolak usulannya dan memilih pendapat orang lain sehingga pembelotannya membuat keadaan kacau. Namun, Nabi SAW tetap melanjutkan dengan memimpin sisa pasukan yang berjumlah 300 orang.
Rencana pertahananpun dilakukan oleh Rasulullah SAW untuk memobilisasi pasukannya. Beliau menyampaikan kepada para pemanah, “Jauhkanlah kuda – kuda musuh dari kami dengan cara memanahinya, jangan sampai menyerang kami dari belakang, jika kami menang atau kalah, tetaplah di tempatmu, supaya kami tidak diserang dari arahmu.”lalu beliau berkata lagi, “Lindungilah arah belakang kami, jika kalian melihat kamidibunuhi, maka janganlah kalian menolong kami, dan jika kalian melihat kami telah mendapatkan rampasan perang, maka kalian jangan ikut bersama kami.” Ini merupakan taktik cerdik Nabi SAW.
Pasukan Makkah dipimpin Abu Sufyan. Berbagai manuver dilancarkan orang Quraisy dengan mengirimkan utusan untuk memecah pasukan islam. Namun, dua kali usaha itu gagal.
Kedahsyatan perang diseputar panji musyikin dan pembantaian para pembawanya. Saat itu pertempuran mengerikan terjadi diseluruh tititk – titik peperangan. Dalam peperangan ini, Hamzah bin Abdul Muthalib terbunuh dengan cara licik. Dia tewas dengan tombak seorang budak Wahsyi bin Harb yang ingin dimerdekakan Tuannya dengan syarat membunuh Hamzah dengan tombaknya. Diantar yang tewas pun ada Hanzhalah bin Abi Amir yang baru saja menikah dan orang yang dimandikan Malaikat. Kelompok pemanah mempunyai andil besar dalam peperangan ini, ketika mereka menghujani tiga serangandari kafir Quraisy. Pasukan Musyikinpun mengalami kekalahan, pasukan islam menguasai seluruh medan. Merekapun mundur dan lari dari medan perang. Namun kesalahan fatal terjadi dan membalikan keadaan yang menyebabkan kerugian pada pasukan islam. Sudah jelas perintah Rasulullah SAW agar para pemanah berada di tempat mereka di gunung dalam situasi apapun. Keegoan mereka ketika melihat ghanimah telah melupakan apa yang diperintahkan Nabi SAW, mereka turun menghampiri pasukan untuk ikut mengumpulkan ghanimah, hanya tersisa beberapa pemanah saja yang tetap berada di posisinya.
Dengan keadaan seperti itu pasukan islam terkepung di depan dan di belakang, pasukan islam tercerai berai bahkan ada yang saling membunuh karena tidak tahu siapa lawan siapa kawan diantara mereka ada yang masuk dalam barisan Quraisy, lari ke Madinah dan naik ke atas gunung. Pada saat itu Rasulullah SAW dikabarkan gugur dalam pertempuran itu tidak lain untuk memutus semangat pasukan islam.
Rasulullah SAW bersama 7 orang sahabat dikepung dan hanya terisisa beliau bersama 2 orang Quraisy. Semua sahabat yang bersama beliau saat itu gugur.Disaat genting itu Nabi SAW terluka hebat, gigi seri Nabi SAW patah, bahunya terluka parah. Pasukan Musyrikin berhsil mendekati Nabi SAW. Pada pertarungan ini, Thalhah melindungi Nabi SAW dan memiliki banyak sekali luka dan jari – jarinya putus.
Rasulullah SAW melanjutkan dan menguasai medan, beliau menerobos menuju pasukan beliau yang terkepung. Beliau berhasil mundur teratur, sampai ke jalan setapak di celah gunung dan membuka jalan bagi sisa pasukan menuju tempat yang aman. Sementara, pada situasi ini, Nabi SAW disusul lalu diserang Ubay bin Khalaf dan Ubaypun tewas dengan luka kecil dibagian leher. Pasukan musyrikin melakukan serangan terakhir namun pasukan islam berhasil memukul mundur mereka dari atas bukit. Merekpun kembali dan berkemas untuk pulang ke Makkah, sementara para wanita disibukan dengan jasad para syuhada dan mencincang mereka. Satu diantaranya ada Hindun binti Utbah mengambil hati Hamzah lalu mengunyahnya, membuat gelang kaki dan kalung dari potongan telinga dan hidung.
Setelah kepergian pasukan Quraisy, maka mereka mulai mengumpulkan para syuhada dan mengebumikannya. Rasulullah SAW pun kembali ke Madinah dan memberikan kabar gugurnya para syuhada kepada keluarganya.
Tingkat kewaspadaan di Madinah mulai dinaikkan. Rasulullah SAW khawatir pasukan Makkah menyerang Madinah kedua kalinya. Maka sehari setelah perang Uhud, pasukan muslimin bergerak menuju ke Hamra al Asad dan berkemah di sana. Namun, pada perang kali ini, adalah perang yang tidak tuntas karena pasukan Quraisy mundur dan tidak melakukan peperangan karena kekhawatiran akan kekalahan.
*Al Quran bercerita tentang tema peperangan yaitu Surah Ali Imran :121 dan ayat 179
*Hikmah dan Tujuan
_Menunjukan akibat buruk dari maksiat
_Pasukan pemanah meninggalkan posisi yang sudah ditentukan Nabinya
_Kebiasaan para Rasul adalah diuji dan kesudahan terbaik menjadi miliknya
_Orang _ orang mukmin diuji dari penundaan kemenangan
_Mati Syahid
_Allah ingin menghancurkan musuh – musuhnya
PENGIRIMAN BATALYON DAN DELEGASI, JEDA PERANG UHUD DAN PERANG AHZAB
Spirit yang sudah hilang pada perang uhud, membuat mereka selalu dalam kondisi selalu terancam bahaya. Nabi SAW dengan hikmahnya beliau mampu mengembalikan wibawa kaum muslimin dan meraih kembali ketinggian dan kemuliaan mereka. Langkah pertamanya dengan melakukan pengejaran hingga ke kawasan Hamra al Asad.
Rasulullah SAW dalam melakukan serangan itu mengirim utusannya bersamaan dengan itu terjadi beberapa peristiwa ;
*Batalyon Abu Salamah, bersama 150 pasukan kalangan Muhajirin dan Anshar, akhirnya wafat
*Delegasi Abdullah bin Unais, berhasil membunuh Khalid bin Syufyan, dihadiahi tongkat oleh Rasulullah SAW dan wafat dengan membawa tongkatnya
*Delegasi ar-Raji’, Pengkhianatan suku Adhal dan Qarah yang membuat para utusan Nabi SAW terbunuh
*Tragedi Bi’r Ma’unah, tewasnya 70 orang sahabat karena dijebak bukan karena peperangan
*Perang Bani an Nadhir, pengusiran orang – orang Yahudi karena mereka berkhianat dan mengingkari janji
*Perang Badar kedua, rasulullah membawa 1500 pasukan, namun keraguan dan ketakutan akan kekalahan meliputi hati Abu Sufyan sehingga beralasan untuk kembali pulang ke Makkah dan mengajak seluruh pasukannya. Disebut juga Badr Sughra.
*Perang Dumatul Jandal, Suku – suku yang bermukim di sekitar Dumatul Jandal (dekat Syam) telah melakukan perampokan di sana dan merampas apa saja yang lewat. Lalu disana terkonsentrasi masa yang besar untuk menyerang Madinah. Beliau berangkat bersama 1000 pasukan. Namun, penduduk Dumatul Jandal sudah lari dan hanya beberapa penggembala dan pejalan yang ditangkap.
Dengan tindakan berani yang cepat dan tepat ini, serta rencana – rencana yang bijak dan tegas, Rasulullah SAW membentangkan sayap keamanan, mewujudkan kedamaian di kawasn tersebut, mengendalikan kondisi, menggubah alur sejarah menjadi berpihak kepada kaum muslimin, dan meringankan kesulitan daik di internal dan eksternal. Lalu proses pengeekstradisian sebuah suku Yahudi sudah rampung, dan kabilah lainnya menunjukan sikap memenuhi hak bertetangga dan memenuhi semu janjinya. Bangsa Baduy juga nampak dalam kondisi tenang sementara suku Quraisy sudah menurunkan tempo serangannya terhadap kaum Muslimin. Dengan begitu, kaum Muslimin mendapatkan kesempatan untuk menyiarkan islam dan menyampaikan risalah – risalah Rabb semesta ini.
PERANG AHZAB
Pemimpin Yahudi dan pemuka Bani Nadhir menemui pemuka Quraisy di Makkah dan suku Ghathafan untuk bekerjasama agar menyerang Rasulullah SAW. Konspirasi mereka diketahui oleh Rasulullah SAW dan beliau mulai mengadakan musyawarah. Dalam musyawarah itu Salman al Farisi mengusulkan untuk membuat parit, dan itu merupakan strategi yang sangat jitu dan belum dikenal oleh bangsa Arab sebelumnya.
Kaum Muslimin mengerjakan itu dengan penuh semangat walaupun mereka menderita kelaparan. Bahkan perut mereka diganjal batu untuk menahan lapar. Pada kesempatan ini banyak sekali muncul tanda – tanda kenabian. Saat itu Jabir menyembelih sekor kambing dan kambing itu membuat kenyang 1000 orang dan bersisa seperti belum dimakan. Lalu, istrinya menggiling satu sha’ / 2,5 kg gandum dan roti masih utuh seperti semula. Begitupun ketika batu keras yag tidak dapat digali, setelah Nabi SAW turun dan mengambil cangkul lalu memukulnya batu itu menjadi lunak bagaikan pasir.
Suku Quraisy bergerak dengan jumlah 4000 tentara, suku Ghathafan dan sekutunya mengerahkan 6000 tentara. Mereka bermarkas di lembah Naqma di sisi gunung Uhud. Rasulullah SAW meninggalkan Madinah dengan 3000 tentara, dan menjadikan gunung Sal’a sebagai benteng pertahanan. Sementara posisi parit berada di antara mereka dan orang – orang kafir. Pasukan kafir berusaha untuk memasuki parit tersebut namun pasukan Muslimin tidak tinggal diam dan memanahi mereka.
Berhari hari kaum Musyrikin berusaha menyebrangi parit itu sehingga kaum Musliminpun sibuk sehingga mereka lalai dalam melaksanakan shalat, Dan melaksanakan shalat secara jamak.
Pihak Yahudi dari Bani an Nadhir yaitu Huyay bin Akhtab menyebarkan isu dan membuat konspirasi dan membujuk Ka’ab bin Asad dari Bani Quraizhah untuk bersekutu dengan kaum Quraisy dan suku Ghathafan yang sedang menyerang Madinah. Akhirnya Ka’ab setuju dan dengan begitu mereka telah melanggar janjinya.
Orang Yahudi mengitari benteng pertahanan kaum Muslimin dan tidak ada yang menjaganya, lalu Syafiyah dengan berani membunuh orang Yahudi itu lalu Syafiyyah kembali lagi ke benteng. Orang Yahudi mengira bahwa ada penjagaan kaum Muslimin dalam benteng itu, sehingga mereka takut untuk mengulanginya lagi. Padahal tidak ada sama sekali.
Berita tentang pengkhianatan Bani Quraizhah sampai kepada Nabi SAW, dan beliau memastikan dengan mengutus para sahabat untuk mencari tahu kebenarannya, sehingga para utusan itu memberi isyarat Adhal dan Qarah (suku yag berkhianat). Nabi SAW memikirkan cara bagaimana agar benteng pertahanan tetap aman karena perkampungan Bani Quraizhah sangat dekat dengan benteng. Nabi SAW mencari cara untuk memecah belah pasukan lawan.
Nabi SAW mengutus Nu’aim bin Mas’ud dari suku Ghathafan yang menyatakan bahwa dirinya telah masuk islam tanpa diketahui sukunya, lalu Nu’aim pun mulai mendatangi Bani Qiraizhah dan memprovokasi mereka agar jangan berperang jika kaum Quraisy tidak memberi mereka jaminan. Kemudian Nu’aim menuju orang – orang Quraisy dan mengatakan untuk tidak memberi jaminan kepada orang Yahudi karena mereka menyesali pengkhianatannya terhadap Nabi SAW. Hal yang sama dilakukan kepada Bani Ghafathan. Pihak mereka memastikan perkataan Nu’aim dan ternyata benar, merekapun percaya.
Rasulullah berdoa kepada Allah, “Ya Allah, Yang menurunkan kitab, Yang cepat perhitunganNya, hancurkanlah pasukan sekutu itu. Ya Allah, hancurkan dan cerai beraikan mereka.” Allah mendengar doa Rasul Nya dan memecah belah pasukan kaum Musyrikin dan mengirimkan pasukanNya berupa angin kencang dan menghancurkan kemah – kemah dan mereka tidak merasa tenang lagi lalu mereka dilanda kecemasan.
Pada perang Khandak, bukanlah peperangan dengan kerugian di kedua belah pihak, melainkan perang urat syaraf dan tidak ada sama sekalipertempuran yang sengit. Perang ini menentukan sepanjang sejarah islam, yang melahirkan perpecahan di barisan Musyrikin. Kekuatan bangsa Arab saat itu tidak akan mampu memusnahkan kekuatan kecil yang sedang tumbuh di kota Madinah.
Komentar
Posting Komentar