SESI 1 “QURAIDZAH HINGGA HAIBAR” SESI 2 “UMROH QADHA HINGGA FATHU MAKKAH”

Ditulis Oleh : Ratna Sari Dewi

*PERANG DENGAN BANI QURAIDZAH

Pasukan kaum muslimin mengepung benteng pertahanan Bani QUraidzah dan mengepung mereka. Ada tiga pilihan yang diberikan Ka’ab bin Asad pemimpin mereka ;

  1. Memeluk agama islam dan bergabung bersama Nabi SAW.

  2. Membunuh anak – anak dan istrinya lalu keluar menuju Muhammad dengan pedang terhunus, berperang melawannya sehingga kalian akan menang atau terbunuh semua.

  3. Kalian menyerang Muhammad dan pasukannya dengan melanggar larangan hari sabtu.

Mereka menolak semua pilihan dan mau tidak mau mereka menuruti apa yang sudah diputuskan Nabi SAW. Lalu dpanggilah Sa’ad bin Mua’dz dan Nabi SAW menyerahkan urusan itu kepadanya.

Adapun keputusan Sa’ad untuk Bani Quraidzah adalah membunuh kaum lelaki, anak – anak ditawan dan harta dibagikan, mengingat pengkhianatan yang diakukan Bani Quraidzah adalah salah satu kejahatan perang.

*AKTIVITAS MILITER SETELAH PERANG BERAKHIR

*Terbunuhnya Sallam bin Abi al Huqaiq atau Abu Rafi’ oleh Abdullah bin Atik yang menyebabkan lututnya patah saat menyerangnya.

*Pasukan Khusus Muhammad bin Maslamah, mereka bergerak menujul al Qarta dan melakukan penyerangan. Diantara orang yang tertangkap ada Tsumamah bin Utsal yang terbongkar penyamarannya untuk membunuh Nabi atas perintah Musailamah al Kadzab, namun Tsumamah berakhir dengan masuk islam.

*Perang Bani Layhan, mereka adalah orang – arang yang pernah berbuat licik kepada sepuluh orang sahabat Nabi SAW. Namun pada saat penyerangan mereka mengetahui kedatangan pasukan dan lari ke bukit – bukit.

*Pengiriman Pasukan Ekspedisi dan Delegasi Secara Kontinu

1. Pengiriman pasukan khusus di bawah komando Ukkasyah bin Mihshan dengan 40 pasukan ke al Ghamr. Hanya mendapat rampasan perang dan musuh kabur.

2. pengiriman pasukan khusus di bawah komando Muhammad bin Maslamah ke dzil Qashshah dengan 10 orang saja dan mereka terbunuh hanya tersisa Maslamah.

3. Pengiriman pasukan khusus di bawah komando Abu Ubaidah bin al Jarrah dengan 40 pasukan ke Dzil Qashshah dan menyerang mereka sehingga mereka kabur.

4.Pengiriman pasukan khusus di bawah komando Zaid bin Haritsah dan menangkap seorang wanita yang bernama Halimah yang menunjukkan kediaman Bani Sulaim lalu wanita tersebut dihadiahkan Zaid Kepada Nabi SAW.

5. Pengiriman pasukan khusus di bawah komando Zaid bin Haritsah ke daerah Ish dengan 170 pasukan berkuda dan mendapatkan barang dagangan suku Quraisy yang dipimpin Abu al Ash, menantu Rasulullah SAW namun dia meloloskan diri dan meminta suaka Zaenab putri Rasulullah SAW. Dia masuk islam dan kembali berama setelah perpisahan selama tiga tahun.

6. Pasukan Zaid juga ke ath – Thariq dengan 15 orang dan musuh melarikan diri.

7. Pasukan Zaid juga ke lembah Wadil Qura, dan mereka diserang penduduk setempat dan Zaidpun tewas.

8. Pengiriman pasukan khusus al Khabath di bawah komando Abu Ubaidah dengan 300 pasukan berkuda untuk mengintai kafilah dagang Qurais. Ini terjadi sebelum perjanjian Hudaibiyah.


*PERANG BANI MUSHTHALIQ ATAU AL MURAISI

Sebab terjadinya, Nabi SAW mendengar bahwa pemimpin Bani Mushthaliq al Harist bin Abi Dhirar pergi bersama kaumnya dan suku – suku arab lainnya untuk menyerang Rasulullah SAW. Sesampainya di al Muraisi(sumber mata air mereka dekat lepas pantai) lalu mulailah pasukan itu saling melepaskan anak panah, lalu Rasulullah SAW menyuruh mereka untuk menyerang secara serentak yang membuahka hasil kemenangan.

*Peran Orang – orang Munafik Sebelum Perang Bani Mushthaliq

Abdullah bin Ubay sangat dendam terhadap islam dan kaum Muslimin, apalagi terhadap Rasulullah SAW. Itu sudah nampak pada gelombang pertama hijrah yang pertama sebelum berpura pura masuk islam. Setelah berpura pura masuk islam setelah perang badar sikapnya masih menunjukkan permusuhan kepada Allah dan Rasulnya serta kaum Muslimin. Berbagai makar dan muslihat dilakukannya.

*Peran Orang – Orang Munafik dalam Perang Bani Mushthaliq

Mereka menimbulkan kepanikan kepanikan dalam barisan kaum Muslimin, dan melakukan propaganda keji terhadap Rasulullah SAW. Berikut rincian peristia tersebut ;

1. Perkataan orang munafik, “Kalau kita kembali ke Madinah pastilah orang – orang kuat akan mengusir orang – orang yang lemah darinya”

2. Hadist al Ifk (Kabar Bohong), fitnah keji yang dilancarkan orang – orang munafik kepada Aisyah istri Rasulullah SAW.

*Pengiriman Delegasi dan Pasukan Khusus Setelah Perang Al – Muraisi'

1. Pengiriman pasukan khusus di bawah komando Abdurrahman bin Auf ke perkampungan Bani Kilab.

2. Pengiriman Pasukan Khusus di bawah komando Ali bin Abi THalib ke Bani Sa’ad bin Bakr di Fadak.

3. Pengiriman pasukan kihusus di bawah komando atau Zaid bin Haritsah ke lembah Wadil Qura.

4. Pengiriman pasukan khusus di bawah komando Kurs bin Jabir al – Fihri ke perkampungan suku al Urainah.


*UMRAH AL-HUDAIBIYAH

Nabi SAW bersama kaum Muslimin bergerak menuju Makkah untuk umroh, namun kedatangan mereka diketahui oleh kaum Quraisy sehingga mereka berencana menghalang halangi saat menuju Masjidil Haram dan melakukan penyerangan pada saat kaum Muslimin sedang lengah dalam keadaan sedang shalat Ashar. Namun pada saat itu Allah memerintahkan Shalat Khauf sehingga mereka hilang kesempatan. Rasulullah akhirnya memutuskan untuk mengambil jalan lain dan tidak melewati jalan utama menuju Masjidil Haram namun melewati Tan’im. Budail menjadi perantara antara Rasulullah SAW dan kaum Quraisy. Dengan ada perantara Budail, kaum Quraisy mengirim utusan-utusan mengenai kebenaran niat umroh pasukan Muslimin dan bukannya berperang karena unta-unta mereka telah diberi tanda dan dikalungi. Namun ditengah perjanjian perdamaiaqn itu muncul sekelompok pemuda yang menyulut api dan ingin menghalangi rencana perdamaian itu namun rencana mereka tidak berhasil dan mereka dibebaskan.

*Utsman bin Affan Sebagai Duta kepada Kaum Quraisy dan dia ditawan oleh orang Quraisy sehingga terdengar isu kematian Utsman. 

Lalu para sahabat berbai’at kepada Nabi SAW tak terkecuali Utsman.

*Menekan Perjanjian dan Poin-Poinnya

1. Rasulullah SAW harus kembali ke Madinah pada tahun ini dan tidak boleh kembali ke Makkah. Kaum Muslimin dibolehkan datang ke Makkah di tahun berikutnya selama 3 haridan hanya membawa senjata pengendara.

2. Gencatan senjata selama sepuluh tahun.

3. Barang siapa ingin bergabung ke dalam perjanjian Muhammad dia boleh melakukannya.

4. Siapa saja yang mendatangi Muhammad dari pihak Quraisy harus dikembalikan, jika ada yang mendatangi mereka dari pihak Muhammad maka tidak perlu dikembalikan. 

Perjanjian ini lebih menguntungkan kaum Quraisy. Namun dari sisi Allah ini adalah awal kemenangan kaum Muslimin.

*PERIODE KEDUA : ERA BARU

Terbagi menjadi dua periode ;

  1. Pengiriman Surat Kepada Raja- Raja  dan Penguasa

A. Surat kepada an Najasi, Raja Habasyah

B. Surat kepada al Muqauqis, Raja Mesir

C. Surat kepada Kisra, Raja Persia

D. Surat  kepada Kaisar Raja Romawi

E. Sura kepada al Mundzir bin Sawi

F. Surat kepada Haudzah bin Ali, Penguasa Yamamah

G. Surat kepada al Harits bin Abi Syamir al Ghassani Penguasa Damaskus

H. Surat kepada Raja Oman


  1. Aktivitas Militer Pasca Perjanjian Hudaibiyah

*Perang Ghabah atau Perang Dzi Qarad

  Gerakan menghalau salah sat rumpun dari Bani Fazarah yang melakukan perampo   terhadap unta-unta milik Rasulullah SAW.


*PERANG KHAIBAR DAN WADIL QURA

Khaibar adalah kota besar yang memiliki banyak benteng dan kebun.

*Sebab Peperangan, Khaibar berubah menjadi sarang makar,p pusat konspirasi, tempat memprovokasi pasukan, sumber keonaran, pemicu api peperangan, maka pantaslah bila ia yang pertama kali menjadi incaran kaum Muslimin. Orang-orang yang ikut dengan beliau adalah orang-orang yang ikut dalam perjanjian Hudaibiyah/Bai’at ar Ridwan.

Adapun orang munafik melakukan kontak dengan Yahudi, yaitu Abdullah bin Ubay yang melakukan provokasi.

Benteng-benteng Khaibar terbagi dua bagian ;

Benteng pertama ;

  1. Beneng Na’im

  2. Benteng Sya’b bin Mua’dz

  3. Benteng Qal’ah az Zubair

  4. Benteng Ubay

  5. Benteng an NIzar

Benteng Kedua ;

  1. Benteng Qamush

  2. Benteng Wathih

  3. Benteng Sulalim

*Permulaan Perang dan Penaklukan Benteng Na’im

*Penaklukan benteng ash Sha’b bin Muadz

*Penaklukan benteng az Zubair

*Penaklukan benteng Ubay

*Penaklukan benteng an Nizar

*Penaklukan bagian kedua dari tanah Khaibar

Diselesaikan dengan perundingan dan penyerahan harta rampasan dan hukuman mati untuk dua orang anak Abu al Huqaiq karena melanggar perjanjian dengan menyembunyikan harta. Rasulullah saat itu menawan Syafiyyah binti Huyay bekas istri Kinanah lalu memerdekakannya dan Rasulullah SAW menikahi Syafiyyah.

*Terjadi peristiwa kambing beracun yang menewaskan Bisyr bin al Bara’ dan pada perang Khaibar ini jumlah korban dari kaum Muslimin sebanyak 16 orang sementara dari kaum Yahudi 93 orang.

*Fadak murni menjadi Rasulullah SAW, seiring dengan kemenangan atas penaklukan Khaibar.

*Wadil Qura, peperangan dengan kaum Yahudi yang enggan masuk islam dan memilih melakukan perlawanan.

*Taima, kaum Yahudi yang memilih untuk berdamai dengan kaum Muslimin dan tidak memeranginya sehingga mereka masih mengelola harta benda mereka. Rasulullah SAW kembali ke Madinah pada akhir safar.

*TERJADI PEPERANGAN-PEPERANGAN LAIN DI TAHUN KE-7 H

*Perang Dzat ar RIqa’

Terjadi setelah perang Khaibar, terjadinya perang ini bahwa Rasulullah SAW mendengan berkumpulnya kabilah Anmar atau Bani Tsa’labah dan Bani Muharib dari kabilh Ghathafan, maka Rasulullah SAW segera menuju ke tempat mereka dengan 400 tahu 700 orang sahabatnya.


*UMROTUL QADHA

Ketika kaum Muslimin datang, orang-orang Quraisy mengira kaum Muslimin lemah, namun ketika Nabi SAW dan sahabat melakukan tawaf maka ciutah nyali orang-orang Quraisy dan mengatakan bahwa mereka tampak lebih kuat. Pada umroh ini Rasulullah SAW menikah dengan Maimunah binti al Harits. Umroh ini disebut Umrotulk Qadha arena sebagai pengganti Umroh Hudaibiyah atau karena terjadi sebagaimana isi perjanjian Hudaibiyah.

*PERANG MUT’AH

Mut’ah adalah nama sebuah kampung di dataran rendah di provinsi Bal’qa di kerajaan Syam. Terjadinya perang karena utusan yang dikirim Nabi SAW dibunuh oleh pengusanya. Adapun wasiat Nabi SAW pada perang ini adalah jika Zaid terbunuh digantikan Ja’far, jika Ja’far terbunuh digantikan Abdullah bin Rawahah. Pasukan islam mulai bergerak dan suasana menegangkan saat mengadakan serangan mendadak karena jumlah pasukan heraclius yang berjumlah 200.000 prajurit sangatlah banyak jika dibandingkan pasukan Muslimin yang berjumlah 3000 pasukan. Pasukan islam dibawah panji Zad bin Haritsah menuju ke arah musuh, Zait syahid digantikan Ja’far, Ja’far juga syahid dengan luka yang sangat banyak lalu digantikan oleh Abdullah bin Rawahah yang kemudian dia juga syahid. Bendera panji dilanjutkan oleh Khalid bin Walid Si Pedang Allah yang mampu membuat pasukan Muslimin mundur dengan selamat tanp pengejaran dari pasukan musuh hingga bisa kembali ke Madinah. Dari keberhqasilan pada perang Mut’ah ini banyak kabilah-kabilah yang bersimpati dan masuk islam. Perang ini merupakan awal dan persiapan ekspansi penaklukan terhadap negeri-negeri Romawi dan pebebasan oleh kaum Muslimin terhadap bumi yang amat jauh ini.

*Pengiriman Pasukan Khusus menuju Dzat as Salasil, panji oleh Amr bin al Ash bersama 300 pasukan

*Pengiriman Pasukan Khusus Abu Qatadah ke Khudhrah, , panji oleh Abu Qatadah bersama 15 orang.


*PERANG PENAKLUKAN KOTA MAKKAH

*Latar Belakang terjadinya 

setelah perjanjian Hudaibiyah lalu masuklah Khuza’ah ke pihak Rasulullah SAW dan Bani Bakr ke pihak Quraisy. Diantaara mereka pernah saling menyimpan dendam sehingga dijadikan kesempatan oleh Bani Bakr yang yang didukung oleh Quraisy untuk menyerang Khuza’ah. Mereka menyadari pengkhianatannya sehingga timbul kekhawatiran dan mengutus Abu SOfyan untuk memperbaharui perjanjian namun tidak berhasil.

Ketika akan melakukan penyerangan terhada kaum Quraisy Rasulullah SAW melakukannya dengan diam-diam dan tak ada dari pihak Quraisy yang mengetahuinya. Saat itu Alah membutakan pandangan dan pendengaran mereka. Sempat ada pengkhianatan dari Hathib yang akan memberitahukan perihal itu namun tidak berhasil. Pasukan islam bergerak menuju Makkah dan singgah di azh Zhahran. Abu Sofyan mendatangi Rasulullah dan mengetahui rencana penyerangan itu dan menyatakan keislamannya saat itu juga. 

Kedatangan pasukan islam membuat Quraisy terkejut. Diantara mereka ada yang masuk ke rumah masing-masing, ada yang masuk ke dalam masjid. Pasukan islam akan menghabisi setiap perlawanan yang dilakukan kaum Quraisy. Ketika memasuki Masjidil Haram, Rasulullah SAW membersihkannya dari berhala-berhala. Setelah itu beliau Shalat di dalam Ka’bah dan berpidato dihadapan kaum Quraisy. Beliau membebaskan kaum Quraisy dan menyerahkan kunci Ka’bah kepada ahlinya lalu Bilalpun mengumandangkan adzan di atas Ka’bah. Rasulullah SAW shalat al Fath (kemenangan) atau  shalat syukur.

*Mengeksekusi Para Pentolan Penjahat, terkecuali Ikrimah bin Abu Jahal yang masuk islam dan bagus keislamannya.

*Shafwan bin Umayah dan Fadhalah bin Umair masuk islam

*Pengambilan Bai’at

Ketika Allah menganugerahi Rasulullah SAW dan kaum Muslimin penaklukan atas Makkah, maka menjadi jelaslah kebenaran bagi penduduk Makkah. Islam adalah jalan kesuksesan, karena itu mereka mengakui kebenaran islam dan berkumpul untuk Bai’at.

Keberadaan Rasulullah SAW di Makkah selama 19 hari dan menyebarkan pasukan khususnya untuk berdakwah.

*Pengiriman beberapa pasukan khusus dan delegasi

1. Nabi SAW mengutus Khalid bin Walid untuk menghancurkan berhala Uzza di Nakhlah.

2. Nabi SAW mengutus Amr bin al Ash untuk menghancurkan Suwa’, berhala Bani Hudzail di Rahath.

3. Nabi SAW mengutus Sa’ad bin Zaid dengan dua puluh pasukan menuju berhala Manat di al Musyallal.

4. Nabi SAW mengutus lagi Khalid bin Walid ke Bani Jadzimah dengan 350 kaum Muhajirin dan kaum Anshar serta Bani Sulaim untuk mengajak mereka ke dalam islam bukan untuk berperang.

Perang penaklukan Makkah merupakan pertempuran yang meruntuhkan eksistensi penyembahan terhadap berhala(paganisme) secara tuntas sehingga tidak tersisa lagi kesempatan dan celah baginya untuk tetap eksis di semenanjung jazirah Arab.

Perjanjian Hudaibiyah merupakan mukadimah dan persiapan awal sebelum datangnya kemenangan besar ini.

<script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-2998244340031743"
     crossorigin="anonymous"></script>

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kondisi Madinah Perang Badar Hingga Perang Ahzab

Muadz bin Jabbal

PERANG HUNAIN, THAIF HINGGA PERANG TABUK